Ciri Ciri Humus Tanah

Tahukah Anda tentang Ciri Humus Tanah? Humus adalah salah satu unsur tanah yang sangat berguna bagi kesuburan tanah serta pertumbuhan tanaman.

Unsur ini merupakan unsur alami yang dihasilkan oleh tanah melalui proses pembusukan jaringan tanaman lapuk maupun organisme lain yang sudah mati kemudian terurai dan terdekomposisi secara alami sebagai akibat dari adanya aktivitas jasad-jasad mikro yang ada dalam tanah.

Hasil dari pembusukan tanaman maupun organisme lain inilah yang sering disebut sebagai humus.

Bahan organik tanah ini, selain dikenal sangat membantu dalam menyangga kesuburan tanah, juga dapat dimanfaatkan untuk hal lain bila bisa mengenali beberapa ciri dari humus tanah. Misalnya saja untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman.

Definisi humus itu sendiri sangat bervariasi apabila mengutip dari penjelasan para pakar biologi maupun ahli tanah.

Ciri Ciri Humus Tanah

Namun bila ditarik kesimpulan dari berbagai pengertian yang ada maka humus tanah merupakan bagian dari bahan organik yang terkandung dalam tanah hasil dari proses pembusukan ataupun residu tanaman dan organisme lain yang mengalami dekomposisi serta cenderung bersifat stabil.

Dari pengertian itu dapat ditarik dua hal terkait beberapa ciri dari humus tanah yaitu :

  • Hasil dari proses alami tanah dalam kurun waktu yang cukup lama karena diproses oleh mikroorganisme yang ada di dalam tanah;
  • Mempunyai sifat stabil terhadap berbagai perubahan cuaca maupun iklim.

Berdasarkan hal tersebut diatas, secara spesifik dapat diketahui beberapa karakteristik humus tanah yang perlu kita perhatikan dengan menggunakan dua cara. Yaitu dengan cara kasat mata dan menggunakan alat. Secara kasat mata, kita bisa mengetahui unsur tanah ini dari warna dan bentuknya, yaitu :

  • Cenderung berwarna gelap agak kehitam-hitaman;
  • Sering dijumpai pada lapisan atas tanah;
  • Dapat menyerap air dengan mudah sehingga tidak bersifat liat.

Adapun untuk mengetahui beberapa ciri humus tanah dengan menggunakan alat ialah dengan mengukur kapasitas tukar kation yang berada di kisaran 150-300 me/100 g, mengetahui daya kohesi maupun plastisitasnya yang relatif rendah, mengukur susunan misel yang terkandung didalamnya (biasanya terdiri atas : poliuronida, lignin, protein bersifat liat dengan didampingi C, H, O, N, S, P dan unsur lainnya).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *